57 Pegawai KPK Dipecat, Ketua BEM UI: Babak Akhir Pembunuhan KPK, Cuma Jokowi yang Bisa Batalkan ini

LONCENGNEWS.COM – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Leon Alvinda Putra terkait polemik pemecatan terhadap 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lolos tes semangat kebangsaan.

Advertisements

Melalui unggahan akun Instagram pribadinya @leonalvinda pada Jumat, 24 September 2021, Leon mengatakan bahwa rakyat Indonesia telah menjadi korban korupsi.

Akibatnya, menurut Leon, hak rakyat dirampas begitu saja oleh para maling uang rakyat alias koruptor.

“Kita SEMUA Korban korupsi, Banyak hak kitd dirampas para koruptor,” ujar Leon, seperti dikutip Loncengnews.com DariakunInstagram pribadinya PADA Sabtu, 25 September 2021.

Baca Juga:  Rumah Qur'ban Pangkalan Bun (RGB), Siap Menyambut Hari Raya Qur'ban

Kini, keadaan lembaga antirasuah itu sedang tidak baik-baik saja dengan penilaian 57 pegawai dari KPK.

Advertisements

“Komisi Pemberantasan Korupsi sedang tidak baik-baik saja. Ada 57 pegawai yang dipecat,” kata Leon.

Leon mengatakan apa yang dihadapi saat ini tidak hanya tentang 57 pegawai KPK yang dipecat, melainkan babak akhir pembunuhan pemberantasan korupsi.

“Ini bukan cuma soal mereka, ini babak akhir pembunuhan KPK,” tambahnya.

Dengan adanya keputusan KPK yang memilih memberhentikan 57 pegawai itu sebagai pertanda bahwa lembaga antirasuah itu membunuh harapan rakyat untuk terbebas dari korupsi di negeri ini.

Baca Juga:  MA Sunat Hukuman Edhy Prabowo Jadi 5 Tahun Penjara karena Berkinerja Baik

“Pembunuhan harapan kita semua tentang Indonesia yang bebas dari korupsi,” kata Leon.

Leon only president Jokowi yang mampu mengatasi dan mengatasi permasalahan yang terjadi saat ini.

“Cuma satu orang yang bisa batalin semua ini. Presiden Joko Widodo orangnya,” terang Leon.

Lantas Leon pun mengajak seluruh masyarakat untuk menagih komitmen Jokowi dalam memperkuat pemberantasan korupsi.

” Yuk kita surati Pak Presiden untuk menepati janjinya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dengan korupsi korupsi. Untuk ikutan mengirimkan surat ke Presiden, klik link ini ya! https://bit.ly/UntukPresiden,” kata Leon dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, dukungan juga digencarkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Gerakan Selamatkan KPK (GASAK).

Baca Juga:  Menkes Budi Sebut Covid-19 Akan Bertahan 5-10 Tahun ke Depan: Tidak Akan Hilang dengan Cepat

BEM SI dan Gasak memberikan ultimatum kepada Jokowi untuk segera mempercepat pemecatan 57 pegawai KPK dalam kurun waktu 3×24 jam yang terhitung sejak 23 September 2021.

Dalam surat terbuka untuk Jokowi, BEM SI dan Gasak akan melakukan unjuk rasa apabila Jokowi tidak menyetujui hal tersebut. (KY) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *