Mata Uang Yuan Diisukan Resmi Digunakan Sebagai Alat Transaksi Pembayaran di Indonesia, Begini Faktanya

LONCENGNEWS.COM – Netizen mendadak heboh usai beredarnya informasi yang mengklaim mata uang China, Yuan, bisa digunakan untuk transaksi keuangan di Indonesia.

Advertisements

Informasi tersebut telah tersebar luas di internet usai pemilik akun Facebook Sundaisme mengunggah sebuah foto berupa tangkapan layar sebuah artikel yang berjudul “Mulai Hari Ini, Transaksi RI-China Bisa Pakai Rupiah atau Yuan” pada 8 September 2021 silam.

Si pemilik akun Facebook itu juga mengimbau masyarakat untuk menentang kebijakan penggunaan mata uang China sebagai alat transaksi di Indonesia.

Baca Juga:  Istri Gus Dur Diisukan Meninggal Dunia, Cek Faktanya

Adapun narasi yang dituliskan dalam unggahan Facebook itu adalah sebagai berikut:

“Ngawitan kaping 6 kamari. Siap-siap kapayunna meuli lotek, cendol, seblak, cireng, jeung sajabana bisa jadi kudu ku yuan ngarti pan kunaon hayooooooo we di perpanjang…. Can panjang eta nama
Dek ku saha di belaan mun lain ku urang urang. Cik mikir kumaha anak incu urang kahareup,” bunyi narasi dalam unggahan, seperti dikutip Loncengnews.com dari akun Facebook Sundaisme pada Senin, 4 Oktober 2021.

Namun, berdasarkan hasil penelusuran Loncengnews.com, kabar yang menyebutkan mata uang China bisa digunakan untuk alat transaksi di Indonesia adalah tidak benar.

Seperti dikutip dari Antara, transaksi menggunakan mata uang Rupiah dan Yuan itu hanya diperuntukkan dalam hal perdagangan dan investasi dengan China,  bukan untuk transaksi sehari-sehari masyarakat Indonesia.

Hal ini dilakukan lantaran adanya peningkatan dalam aspek volume perdagangan Indonesia dengan China, baik dari segi ekspor maupun impor.

Seperti yang diketahui, China merupakan pangsa pasar ekspor terbesar Indonesia, yang memiliki persentase melebihi 20 persen dari total ekspor secara keseluruhan.

Baca Juga:  Konsumsi Air Nanas Panas Diklaim Mampu Bunuh Sel Kanker, Cek Faktanya

Selain itu, China juga kerap melakukan impor kebutuhan bahan baku untuk industri yang ada di Indonesia.

Sebagai tambahan informasi, pada periode tahun 2020, tercatat nilai ekspor dan impor Indonesia dengan China itu telah meningkat secara signifikan, yakni sebesar 71,4 miliar dolar AS.

Kendati demikian, informasi yang menyebutkan uang mata China dapat digunakan untuk transaksi di Indonesia adalah tidak benar alias hoaks.

Hingga berita ini diturunkan, postingan akun Facebook Sundaisme terkait uang mata China tersebut telah memiliki tombol menyukai sebanyak 3.313, 1.709 komentar dan telah dibagikan sebanyak 683 kali. (KY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *