BEM SI Ancam Gelar Demo Jika Jokowi Tak Angkat 57 Pegawai KPK Jadi ASN, Giri: Masihkah Presiden Takut Mahasiswa

LONCENGNEWS.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) memberikan dukungan kepada 57 pegawai yang dipecat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran gagal dalam tes wawasan kebangsaan.

Advertisements

Dukungan yang dilakukan BEM SI itu berupa desakan kepada presiden Jokowi untuk segera mengangkat 57 pegawai yang dilengserkan untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bersama dengan Gerakan Selamatkan KPK (Gasak), BEM SI juga tak segan memberikan waktu 3×24 jam kepada Jokowi untuk segera memenuhi tuntutan tersebut, terhitung mulai 23 September 2021.

Baca Juga:  Prabowo ke Jokowi: Bapak Cocok dengan Rakyat, Saya Saksi, Saya Hormat Kepada Bapak

Namun, jika Jokowi tidak berkenan mengabulkan tuntutan itu, maka BEM SI akan menggelar aksi unjuk rasa.

Pembelaan BEM SI kepada pegawai KPK yang dipecat itu lantas mengundang Eks Direktur Sosialisasi Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono untuk angkat suara.

Advertisements

Melalui cuitan akun Twitter pribadinya @girisuprapdiono, dirinya mengaku terharu atas kepedulian mahasiswa akan nasib getir yang harus dialami 57 pegawai KPK.

“Kalau 1×24 jam biasanya ketua RT-RW, tapi ini 3 x 24 jam…waduh! Salut & terharu dgn kepedulian Mahasiswa,” ujar Giri Suprapdiono, seperti dikutip Loncengnews.com dari akun Twitter pribadinya pada Jumat, 24 September 2021.

Baca Juga:  Polemik Pemecatan 56 Pegawai KPK di Zaman Kekuasaan Firli Bahuri, Yudi Purnomo: Dipecat Sepihak Tanpa Dasar Kesalahan

Dirinya mempertanyakan apakah di zaman kepimpinan Jokowi, sang presiden akan merasa takut dengan adanya gerakan mahasiswa itu.

“Mahasiswa takut dosen. Dosen takut dekan. Dekan takut rektor. Rektor takut menteri. Menteri takut presiden. Presiden takut mahasiswa, Masihkah?” tuturnya.

Sementara, menurut BEM SI dan Gasak, meski pelaksanaan tes wawasan kebangsaan terbukti melanggar HAM, mengandung rasisme, dan maladministrasi, Jokowi justru seolah bungkam atas dipecatnya 57 pegawai KPK.

Oleh sebab itu, BEM SI dan Gasak kembali mempertanyakan komitmen Jokowi terkait janjinya untuk menguatkan lembaga antirasuah itu secara tegas, menambah penyidik, hingga menambah anggaran.

“Jika Bapak masih saja diam, maka kami bersama elemen rakyat akan turun ke jalan menyampaikan aspirasi yang rasional untuk Bapak realisasikan,” tegas BEM SI dan Gasak. (KY) 

Baca Juga:  IDC Sukses Gelar Webinar 'Strategi Mempersiapkan Diri Menembus Dunia Kerja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *