Dipecat dari KPK, Novel Baswedan: Berjuang Mementingkan Negara Kemudian Dihabisi, Dilukai

LONCENGNEWS.COM – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengatakan, orang yang berjuang mementingkan negara, namun kemudian dihabisi.

Advertisements

Perlakuan terhadap mereka yang berjuang atas kepentingan negara yang kemudian dilukai menurut Novel Baswedan menjadi poin penting agar tidak dilupakan.

“Bahwa sebenernya banyak orang yang berjuang mementingkan kepentingan negara, kepentingan masyarakat dan kemudian dihabisi, dilukai, dicederai, dan diperlakukan dengan tidak semestinya,” kata Novel Baswedan dikutip dari kanal YouTube Jakartanicus, Sabtu, 18 September 2021.

Novel Baswedan merupakan salah satu dari 57 pegawai KPK yang dipecat per 30 September 2021 mendatang karena tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai syarat peralihan status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca Juga:  Sebut KPK Tak Akan Berhasil Tangkap Harun Masiku, Demokrat Ungkap Pihak ini yang Bisa Pulangkan Sang Koruptor

Menurut Novel, TWK yang dilakukan oleh KPK merupakan serangkaian agenda untuk menghabisi KPK dan agenda pemberantasan korupsi di Indonesia.

Advertisements

“Tentunya kita tidak lupa bahwa masyarakat selama ini telah dengan baik, telah dengan sungguh-sungguh untuk membela kepentingan memberantas korupsi yang dilakukan oleh KPK,” ujarnya.

“Dan ternyata semakin lama permasalahannya semakin banyak dan kemudian ada upaya yang dilakukan dengan sistematis, terus menerus untuk menghabisi KPK dan menghabisi agenda pemberantasan korupsi,” imbuhnya.

Selain itu, TWK menurut Novel, merupakan upaya untuk membuat celah terkait adanya intervensi agar KPK sulit untuk bekerja memberantas korupsi.

“Dan ternyata sekarang atau setidaknya nanti pada tanggal 30 September 2021, kami 57 pegawai KPK akan diberhentikan karena proses TWK yang bermasalah, karena proses TWK yang akal-akalan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Timnas AMIN Apresiasi Penggemar K-Pop Soal Iklan Videotron Anies Baswedan: Corak Baru Demokrasi Kreatif dan Bermutu

Sebelumnya, 57 pegawai KPK yang tidak lolos TWK resmi akan diberhentikan dengan hormat pada 30 September 2021 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers di Gedung KPK pada Rabu, 15 September 2021 kemarin.

“Terhadap enam orang pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dan diberi kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan namun tidak mengikutinya maka tidak bisa diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara dan akan diberhentikan dengan hormat per tanggal 30 September 2021,” kata Alex dikutip dari Antara.

Selanjutnya, sebanyak 50 orang pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat juga akan diberhentikan dengan hormat pada 30 September 2021. Sehingga totalnya sebanyak 56 orang karena satu orang telah memasuki masa purnabakti sejak Mei 2021.

Baca Juga:  Tiga Anak Saya Diperkosa, Saya Lapor ke Polisi. Polisi Menghentikan Penyelidikan

Keputusan tersebut berdasarkan rapat koordinasi (rakor) yang dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta lima Pimpinan KPK bersama Sekretaris Jenderal, Kepala Biro Hukum, dan Plt Kepala Biro SDM KPK pada 13 September 2021 di Gedung BKN, Jakarta.

Menurut Alex, berdasarkan keputusan rakor itu, KPK juga akan mengangkat dan melantik 18 orang pegawai KPK yang telah mengikuti dan lulus diklat bela negara dan wawasan kebangsaan.

“Memberi kesempatan kepada tiga orang pegawai KPK yang baru menyelesaikan tugas dari luar negeri untuk mengikuti asesmen TWK yang akan dimulai pada 20 September 2021,” ujarnya.(MH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *