Firli Bahuri Resmi Pecat 58 Pegawai KPK, Yudi Purnomo: Tapi Semangat Berantas Korupsi Tak Boleh Mati

LONCENGNEWS.COM – Perjuangan 58 pegawai KPK yang tak lolos wawasan kebangsaan untuk memberantas korupsi kini telah berakhir di era pimpinan ketua KPK Firli Bahuri.

Advertisements

Pasalnya, pada hari ini, Kamis, 30 September 2021, merupakan hari terakhir bagi puluhan pegawai untuk menjadi bagian dari lembaga antirasuah tersebut.

58 pegawai KPK itu secara resmi diberhentikan sebagaimana yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 1327 Tahun 2021, yang telah diteken oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Baca Juga:  Respons Gus Umar Soal KPK Tetapkan Azis Syamsuddin Sebagai Tersangka: Konco Lawas Akan Bertemu di Sel Penjara

Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap yang masuk ke dalam daftar 58 pegawai yang dilengserkan itu pun lantas buka suara.

Melalui postingan akun Twitter pribadinya @yudiharahap46, pada Kamis, 30 September 2021, Yudi menyampaikan salam perpisahan di hari terakhirnya menjabat sebagai pegawai KPK.

Advertisements

“Hari terakhir kerja di berikan ini, berprestasi dan kinerja baik selama ini,” ujar Yudi, seperti dikutip Loncengnews.com dari cuitannya.

Dirinya pun mengucapkan rasa terima kasihnya atas banjiran dukungan dari sejumlah pihak terhadap pegawai KPK yang dilengserkan.

Baca Juga:  Sebut KPK Tak Akan Berhasil Tangkap Harun Masiku, Demokrat Ungkap Pihak ini yang Bisa Pulangkan Sang Koruptor

“Pamit ya tweeps dari sebagai penyidik KPK, terima kasih atas dukungannya,” tutur Yudi.

Dalam cuitan, Yudi juga mengunggah sebuah foto berupa tangkapan layar akun Facebook pribadinya.

Dalam unggahan foto itu berisikan mengenai pengakuan Yudi yang belum memutuskan rencana kedepannya, melainkan dirinya ingin menimati hari bersama keluarga dan sahabat terdekatnya.

“Saya belum memutuskan akan kemana, mungkin dalam beberapa saat ke depan, saya mau menikmati dulu hari hari bersama keluarga dan juga sahabat sahabat yang jarang bertemu,” kata Yudi.

Meski demikian, Yudi mengatakan tetap yakin bekerja untuk negeri ini, seperti saat dirinya masih menjadi penyidik KPK

“Namun yakinlah bahwa saya tetap akan bekerja bagi negeri ini seperti saat menjadi penyidik ketika memberantas korupsi selama ini,” tuturnya.

Baca Juga:  KPK Minta Kepala Daerah di Indonesia untuk Tidak Mencontoh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Menurutnya, hal tersebut bukanlah kata perpisahan. Melainkan sebagai pengumuman bahwa dirinya telah lepas dari hak dan kewajiban sebagai pegawai KPK.

Yudi menyebut meski dia dan rekan seperjuangannya telah diberhentikan, perjuangan untuk memberantas korupsi di negeri ini tak lantas boleh mati begitu saja.

“Langkah saya boleh terhenti saat pimpinan periode ini, tapi semangat memberantas korupsi tak boleh mati justru harus bangkit dalam banyak arti,” ucap Yudi Purnomo.

Yudi juga menyampaikan permohonan maaf lantaran belum dapat berkontribusi lebih besar untuk Indonesia. (KY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *