Lukas Enembe Meninggal, KPK Pastikan Tetap Usut Kerugian Negara Secara Perdata

LONCENGNEWS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tetap mengusut dugaan korupsi dana operasional uang makan Rp 1 miliar sehari yang dilakukan oleh mantan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Advertisements

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, akan tetap meminta ganti rugi jika kasus tersebut terbukti merugikan uang negara, sekalipun Luka Enembe sudah meninggal.

“Untuk kasus tersebut, jika telah ada perhitungan kerugian negara, maka perhitungan kerugian negaranya tetap bisa dimintakan ganti kerugian secara perdata,” kata Ghufron saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2024).

Baca Juga:  Rumah Qur'ban Pangkalan Bun (RGB), Siap Menyambut Hari Raya Qur'ban

Namun, kata Ghufron, pengusutan kasus tersebut hanya bisa dilakukan secara perdata. Sementara terkait pidananya, KPK sudah tidak memiliki wewenang untuk mengembangkan penyidikan.

“Tapi bukan KPK, tapi kami limpah kepada jaksa pengacara negara untuk meminta pengembaliannya secara keperdataan. Karena untuk dipidana orangnya sudah meninggal, tidak bisa,” ujarnya.

Advertisements

“Untuk orangnya tidak bisa dipenjara karena orangnya sudah dipenjara terlebih dahulu oleh Tuhan Yang Maha Esa. Untuk harta-hartanya yang misalnya harus dikembalikan ke negara, tentu itu masih bisa dieksekusi. Itu terhadap yang sudah,” imbuhnya.

Baca Juga:  BEM SI Ancam Gelar Demo Jika Jokowi Tak Angkat 57 Pegawai KPK Jadi ASN, Giri: Masihkah Presiden Takut Mahasiswa

Sebelumnya, KPK sedang mengusut dugaan korupsi terkait dana operasional mantan Gubernur Papua Lukas Enembe yang mencapai Rp 1 triliun. Bahkan, penyelidikan sudah masuk tahap akhir.

“Penyelidikannya sudah pada tahap akhir,” kata Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur kepada wartawan, Senin (14/8/2023).

Namun, Asep tidak menjelaskan perbuatan yang diduga masuk unsur tindak pidana korupsi terkait dana operasional itu.

Untuk diketahui, dana operasional Lukas Enembe itu termasuk Rp 1 miliar untuk makan dan minum setiap hari.

Dia juga telah divonis 10 tahun penjara terkait kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang. Kemudian, pada 26 Desember 2023, Lukas Enembe meninggal dunia.

Baca Juga:  Mahfud MD Singgung Gibran Sebagai Anak Haram Konstitusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *