Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zen Divonis 4 Bulan 15 Hari Soal Kepemilikan Senjata Api Ilegal

LONCENGNEWS.COM – Terdakwa Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zen divonis selama empat bulan 15 hari atas kasus kepemilikan senjata api ilegal.

Advertisements

Putusan tersebut dilakukan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) saat sidang vonis yang digelar pada Jumat, 24 September 2021 sejak pukul 10.00 WIB di Ruang Sidang Kusuma Admadja 3 PN Jakarta Pusat.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa perkara itu dengan pidana penjara selama 4 bulan dan 15 hari,” kata Hakim Ketua Agung Suhendro dikutip dari Antara.

Baca Juga:  Mahfud MD Tiba-tiba Ingatkan Agar Pulau Terluar Indonesia Jangan Diambil Negara Lain, Ada Apa?

Menurut majelis hakim, Kivlan Zen terbukti bersalah melakukan tindak pidana, turut serta secara tanpa hak menerima, menguasai, serta menyimpan suatu senjata api dan amunisi.

Kivlan Zen terbukti melanggar pidana Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Advertisements

“Menetapkan barang bukti berupa satu pucuk senjata api, satu pucuk laras panjang, dirampas untuk dimusnahkan,” tuturnya.

Majelis hakim juga mengungkapkan sejumlah hal yang meringankan terdakwa, di antaranya Kivlan Zen pernah bertugas menjaga misi perdamaian dengan Pemerintah Filipina pada 1995-1996, bertugas saat operasi rahasia serta berjasa pada negara dalam membebaskan WNI yang disandera di Filipina.

Baca Juga:  Polisi Kerap Buat Tindakan Blunder, DPR RI Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo Karena Bertindak Tegas dan Keras

Sementara yang memberatkan, majelis hakim menyebut terdakwa meresahkan masyarakat dan tidak mengakui perbuatannya dengan terus terang.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) PN Jakarta Pusat menuntut Kivlan Zen dengan pidana penjara selama tujuh bulan. Jaksa menilai purnawirawan TNI itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana berupa menerima, menyerahkan, menguasai, menyimpan, dan menyembunyikan senjata api atau amunisi secara ilegal.(MH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *