Militer AS Kirimkan Dua kapal Perang ke Laut Hitam Buat Turki Murka, Rusia Bilang Begini

LONCENG NEWS – Amerika Serikat (AS) kirimkan pemberitahuan kepada Turki bahwa akan melabuhkan dua kapal perang di Laut Hitam.

Advertisements

Pemberitahuan tersebut sudah dikirimkan sejak setengah bulan yang lalu melalui saluran diplomatik.

Namun rencana tersebut membuat Turki murka dan mengkritik akan wacana tersebut.

Menurut Kementerian Luar Negeri Turki, pihak militer AS tersebut sudah secara rutin mengirimkan kapal perang ke Laut Hitam.

Hal ini dibuktikan dengan kehadiran kapal perang AS yang terdiri dari kapal penjelajah dan kapal perusak yang sejak akhir bulan lalu berada di Laut Hitam.

“Pemberitahuan itu telah dikirimkan kepada kami sejak 15 hari yang lalu melalui saluran diplomatik yang menyatakan terdapat dua kapal perang AS yang akan melewati Laut Hitam. Sejalan dengan Konvensi Montreux. Kapal-kapal perang AS itu akan tetap berada di Laut Hitam hingga 4 Mei 2021 mendatang,”kata Kementerian Luar Negeri Turki.

Kemudian, diperkuat oleh seorang saksi mata yang telah memantau adanya kapal-kapal AS yang melewati selat Bosphorus Turki.

Seorang saksi mata tersebut mengatakan kehadiran Amerika Serikat dan NATO di Laut Hitam semakin meningkat pada awal tahun ini, sejak pemerintahan Presiden AS Joe Biden menjabat pada 20 Januari 2021.

Baca Juga:  Klaim Punya Kentut Penyembuh, Pastor Ini Kentuti Muka Jamaatnya untuk Datangkan Energi Baik

Saksi tersebut juga mengatakan level peningkatan kapal-kapal perang AS sudah yang terlihat pada 2014-2015 silam.

Advertisements

Adanya seruan protes tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko mengatakan prihatin terhadap adanya peningkatan aktivitas angkatan militer AS di Laut Hitam.

Alexander pun menyindir pihak angkatan militer AS yang tidak memiliki kekuatan untuk berada di garis pantai di wilayah tersebut.

“Jumlah kunjungan negara-negara NATO dan keberadaan kapal perang AS telah meningkat di Laut Hitam,” kata Alexander, dikutip dari Reuters pada Minggu, 11 April 2021.

Seperti diketahui, berdasarkan kesepakatan Montreux pada tahun 1936, yang telah memberikan Turki kendali atas Selat Bosphorus dan Dardanelles, yang dimana menghubungkan Mediterania ke Laut Hitam.

Baca Juga:  Lars Vilks, Kartunis Swedia yang Menggambar Nabi Muhammad Sebagai Seekor Anjing Tewas Kecelakaan

Kesepakatan Montreux itu juga telah memberikan batasan akses kapal perang angkatan laut serta mengatur kapal kargo asing.

Namun, Pihak Pentagon enggan memberikan komentar kepada Tuki atas protes yang ditunjukkan kepadanya.

Melalui Juru Bicara Pentagon John Kirby, keberadaan kapal perang AS di Laut Hitam bukanlah sesuatu yang baru sehingga tidak perlu diperdebatkan.

“Hal itu bukanlah sesuatu yang baru,” ujar John Kirby dalam pernyataannya.

Kendati demikian, Amerika Serikat justru mengatakan bahwa Rusia juga telah lebih banyak mengumpulkan pasukan di perbatasan Timur Ukraina sejak 2014, ketika hendak merebut Krimea dari Ukraina dan mendukung separatis pro-Rusia di kawasan Donbass Timur Ukraina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *