Respons Gus Umar Soal KPK Tetapkan Azis Syamsuddin Sebagai Tersangka: Konco Lawas Akan Bertemu di Sel Penjara

LONCENGNEWS.COM – Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) telah mengumumkan terkait penetapan wakil ketua DPR RI Azis Syamsuddin sebagai tersangka.

Advertisements

Pasalnya, Azis Syamsuddin dikabarkan tersandung dalam kasus dugaan suap yang berkaitan dengan penanganan kasus korupsi KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

Melalui cuitan akun Twitter pribadinya @UmarChelseaHsb, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan atau Gus Umar memberikan tanggapannya atas keterlibatan Azis Syamsuddin atas kasus dugaan suap tersebut.

Baca Juga:  KPK Sebut Jejak Buronan Harun Masiku Sulit Ditemukan, Karyoto: Saya Sangat Nafsu Sekali untuk Tangkap

Dalam cuitan, Gus Umar mempertanyakan sosok yang akan menggantikan Azis Syamsuddin usai ditetapkan sebagai tersangka.

“Finally Azis Syamsudin tersangka di @KPK_RI siapakah yg akan menggantikan posisi dia sbg wakil ketua DPR?” ujar Gus Umar, seperti dikutip Loncengnews.com dari akun Twitter pribadinya pada Kamis, 23 September 2021.

Advertisements

Gus Umar pun mengatakan Azis Syamsuddin akan dipertemukan dengan kawan sesama maling uang rakyat, Setya Novanto, di dalam sel penjara.

Baca Juga:  Faisal Basri Tuding Adanya Kebocoran Ekspor Bijih Nikel Ke Tiongkok, Refly Harun: Ini Soal yang Misterius

“Akhirnya konco lawas akan bertemu di sel penjara : Azis dan Setnov,” ujar Gus Umar.

Seperti dikutip dari Antara, nama Azis Syamsuddin termuat dalam surat dakwaan mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

Azis Syamsuddin disebutkan telah memberikan suap kepada Stepanus Robin Pattuju untuk membantu dirinya dan Aliza Gunado dalam mengurus penyelidikan KPK di Lampung Tengah,

Adapun angka nominal kasus suap yang diberikan oleh Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado kepada Stepanus Robin Pattuju adalah sebesar Rp3.099.887.000,00 dan USD36 Ribu. Maka total suap tersebut mencapai hingga Rp3,6 miliar.

Sementara, pimpinan ketua KPK Firli Bahuri mengatakan akan melakukan pemanggilan terhadap Azis Syamsuddin untuk kepentingan proses penyidikan perkara.

Baca Juga:  56 Pegawai KPK Diberhentikan, Jokowi: Saya Hormati Proses Hukum yang Sedang Berjalan

“Tentu penyidik menyampaikan panggilan karena kepentingan penyidikan sehingga terangnya suatu perkara,” tutur Firli Bahuri dalam keterangannya.

Firli Bahuri berharap Azis Syamsuddin maupun beberapa pihak saksi akan memenuhi pemanggilan penyidik KPK untuk mewujudkan tertibnya hukum dan keadilan di negeri ini.

“Kami berharap setiap orang akan memenuhi panggilan sebagai wujud perhormatan atas tegak dan tertibnya hukum dan keadilan,” ucap Firli Bahuri. (KY) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *