Santri Dibekali Ilmu Ketangkasan Global, Direktur GTK Madrasah: Tahun 2045, InsyaAllah Santri Kita Akan Jadi Pemimpin

LONCENGNEWS.COM – Direktur GTK Madrasah Muhammad Zein mengaku optimis terhadap masa depan para santri.

Advertisements

Muhammad Zein meyakini bahwa para santri nantinya akan memegang peran penting, yakni menjadi seorang pemimpin di tahun 2045 mendatang.

Hal ini telah disampaikan oleh Muhammad Zein dalam acara Konferensi Internasional Santri Mendunia yang bertajuk ”Inovasi Santri & Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia’ secara daring pada Senin, 18 Oktober 2021.

“InsyaAllah kedepannya, terutama tahun 2045, santri kita akan menjadi ‘The Winner’, pemimpin,” ujar Muhammad Zein.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas SDM Santri Melalui Bidang Pendidikan, Wakil Ketua DPR RI:  Tak Hanya Tanggungjawab Pemerintah, Tapi Kita Bersama

Keyakinan dirinya terhadap masa depan para santri itu pun tak lepas dari ilmu yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di pesantren.

Advertisements

Adapun ilmu yang dimaksud oleh Muhammad Zein itu adalah berupa ketangkasan global dan karakter yang kuat.

“Inilah ketangkasan global yang sudah dimiliki oleh para santri. Mereka memiliki karakter yang kuat untuk dunianya di masa itu,” ujarnya.

Sehingga, berkat ketangkasan global dan karakter yang kuat tersebut menjadikan para santri akan mampu bertahan di berbagai permasalahan maupun risiko yang akan dihadapinya.

Baca Juga:  Fahri Hamzah Berpesan Kepada yang Suka Menghina Agama: Berpikirlah, Agama Itu Soal Rasa Bukan Logika

“Saya pikir kalau dia santri tulen, pasti dia bisa menaklukan ataupun setidaknya merangkul risiko kehidupan yang dihadapinya. Itulah kehebatan santri kita karena karakternya sangat kuat,” kata Muhammad Zein.

Lebih lanjut, Muhammad Zein menyebutkan terdapat dua persyaratan yang perlu diperhatikan agar kecerdasan ketangkasan global tersebut bisa terpenuhi.

Di antaranya adalah kemampuan berbahasa dan kemampuan memahami budaya orang lain.

Kemudian, dirinya juga berharap agar para santri mampu berdiaspora.

Maksudnya, ketika para santri hendak melanjutkan pendidikan ke luar negeri untuk menuntut ilmu, kemudian, kembali ke Tanah Air, mereka dapat mengimplementasikan ilmu yang telah didapatkan tersebut.

Baca Juga:  UU Cipta Kerja Dianggap Inkonstitusional, DPR Siap Terbuka dan Memperbaiki

“Santri diaspora itu mereka mencari ilmu pengetahuan, lalu, dia akan kembali ke daerahnya, ke kampungnya, ataupun ke negaranya, untuk mengimplementasikan ilmu-ilmu yang dia dapatkan,” tuturnya.

Lantas, Muhammad Zein pun memberikan perumpamaan apabila salah seorang santri merantau ke negara Eropa untuk mempelajari ilmu sains dan  teknologi, maka ilmu tersebut nantinya bisa diimplementasikan.

Meski demikian, dirinya memberikan peringatan kepada para santri diaspora untuk tidak terpengaruh dengan budaya negara tersebut.

“Kalau kita umpanya ke Eropa untuk belajar, tentu yang kita pelajari adalah sains dan teknologi dan bukan budayanya. Karena budaya santri sudah cukup menjadi bekal buat kita,” ujar Muhammad Zein. (KY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *