Santri Mendunia Sukses Gelar Konferensi Internasional, Menag Yaqut Beri Selamat dan Minta Ikut Promosikan Islam Rahmatan Lil Alamin

LONCENGNEWS.COM – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memberikan ucapan selamat kepada Santri Mendunia atas diselenggarakannya Konferensi Internasional Santri Mendunia yang digelar selama tiga hari mulai dari Sabtu, 16 hingga Senin, 18 Oktober 2021.

Advertisements

Namun sebelum itu, Gus Yaqut, sapaan akrabnya, menceritakan fenomena migrasi para intelektual ke beberapa negara di dunia untuk mencari ilmu, hal itu membuat defisit sumber daya manusia (SDM) untuk negara asalnya.

“Namun demikian pada saat yang sama jika terjadi human resources return ke negara asalnya setelah menimba keilmuan yang positif di negara tujuan, maka saat itulah negara asal mendapatkan keuntungan atau positive impact dari hijrah sementara para ilmuwan, akademisi, dan ekspert untuk berada negara lain yang tentu lebih maju atau disebut brain game,” kata Gus Yaqut dalam video ucapannya kepada Santri Mendunia yang diterima Loncengnews.com, Senin, 18 Oktober 2021.

Gus Yaqut mengungkapkan bahwa fenomena defisit SDM tersebut pernah terjadi di India pada era tahun 60-an yang diakibatkan oleh migrasinya para ahli dan akademisi negara tersebut yang berpetualang ke Amerika Serikat.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas SDM Santri Melalui Bidang Pendidikan, Wakil Ketua DPR RI:  Tak Hanya Tanggungjawab Pemerintah, Tapi Kita Bersama

Namun, kata Gus Yaqut, pada tahun 2000an para ahli dan akademisi tersebut kembali ke negara asalnya dengan membawa segudang ilmu pengetahuan dan keahlian yang mereka gali dari negara Paman Sam itu.

Advertisements

Selain di India, di Nusantara juga terjadi hal demikian, yakni saat para ulama Nusantara berkiprah di tanah Haromain (Mekkah dan Madinah) menjadi ilmuwan dan mengajar di negara tersebut.

“Dari perspektif keislaman, potret ini nampak sekali dari ulama Nusantara yang berkiprah di tanah Haromain, bahkan menjadi ilmuwan dan mengajar di sana,” ujarnya.

“Lalu pulang mencetak kader-kader yang mumpuni di Indonesia dalam bidang ilmu-ilmu keislaman,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai bahwa Konferensi Internasional Santri Mendunia ini harus dikembalikan dalam semangat ulama masa lalu yang telah memberikan contoh dan teladan yang nyata.

Baca Juga:  PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Buka Lowongan Kerja D3-S1 Besar-besaran, Berikut 6 Posisi Penting ini

Kemudian, alumnus UI ini memberikan ucapan selamat kepada Santri Mendunia yang telah sukses menggelar Konferensi Internasional yang menghadirkan tokoh-tokoh nasional dan para ulama.

“Selamat dan sukses atas gagasan Konferensi Internasional Santri Mendunia ini, semoga Allah memudahkan segala urusan kita dalam menyebarkan agama Islam yang memberikan rahmat bagi seluruh alam,” ucapnya.

Menurutnya, yang perlu dilakukan oleh para anggota Santri Mendunia adalah memproyeksikan untuk merespons tantangan ke depan yang semakin kompleks.

“Yang perlu dilakukan saat ini adalah kemampuan untuk memproyeksikan serta mengkontekstualisasikan para alumni Santri Mendunia ini untuk merespons tantangan kekinian yang semakin kompleks,” tuturnya.

Gus Yaqut juga meyakini bahwa keilmuan dari anggota Santri Mendunia sangat variatif dari berbagai disipilin keilmuan.

Dengan demikian, menurut Gus Yaqut, kemampuan tersebut harus disinergikan untuk menjadikannya lebih kontributif bagi pembangunan bangsa Indonesia.

“Saya yakin, keilmuan (anggota) Santri Mendunia saat ini ini sangat variatif lintas disiplin dan keilmuan, oleh karena itu potensi ini harus disinergikan untuk menjadikan Anda semua lebih kontributif bagi pembangunan bangsa Indonesia di masa yang akan datang,” katanya.

Baca Juga:  Waspada, Mulai Besok Hingga 17 Mei 2021 Digelar Operasi Ketupat, 155 Ribu Personel Gabungan Dikerahkan

Tema yang diusung oleh Santri Mendunia dalam Konferensi Internasional tersebut yakni Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia, hal ini menurut Gus Yaqut memiliki arti bahwa anggota Santri Mendunia harus berfikir menjadi orang yang kontributif usai pulang ke negara asalnya.

“Bila perlu tidak saja Anda belajar, selesai lalu pulang tapi hidup di sana dulu, bahkan bisa dipercaya menjadi Scientist, CEO perusahaan besar di negara tersebut, lalu Anda baru pulang kembali ke Indonesia untuk mengembangkannya,” ujarnya.

Di bagian akhir, Gus Yaqut mengajak Santri Mendunia untuk turut andil dalam meluruskan ajaran agama dan dikembalikan kepada esensinya.

“Santri mendunia yang saya banggakan, dengan adanya tantangan global yang kuatnya arus trans ideologi, ancaman paham yang dapat merusak tradisi, apalagi yang mengarah pada pendekatan ekstremisme. Saya juga mengajak Santri Mendunia bisa ikut membuat counter narasi meluruskan ajaran agama yang dikembalikan kepada esensinya,” katanya.

“Mari ikut mempromosikan Islam yang memberikan rahmat bagi dunia, Islam rahmatan lil alamin, komprehensif, holistik, dan moderat,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *