Tantang Luhut Jika Tudingan Haris-Fatia Terbukti Benar, Aktivis HAM: Kita Sikat Habis Bisnis Pertambangan Emas di Papua

LONCENGNEWS.COM – Perseteruan antara Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dengan Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulida kian meradang.

Advertisements

Kini, Luhut melaporkan Haris Azhar dan Fatia ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran berita bohong terkait keterlibatan dirinya dalam bisnis pertambangan emas di Papua.

Hal ini dilakukan oleh Luhut lantaran keduanya tak kunjung menyampaikan permintaan maaf usai dirinya melayangkan somasi sebanyak dua kali.

“Jadi saya kira sudah keterlaluan karena dua kali saya tegur untuk minta, nggak mau minta maaf. Sekarang kita ambil jalur hukum, jadi saya pidanakan dan perdatakan,” ujar Luhut.

Baca Juga:  DPR Usul Jokowi Panggil Semua Ketua Parpol untuk Tentukan Pelaksanaan Pemilu 2024

Menanggapi polemik yang tengah menyeret koordinator PPKM Jawa-Bali itu, aktivis HAM Natalius Pigai pun memberikan sentilan menohoknya.

Advertisements

Natalius Pigai mengaku geram dengan pernyataan Luhut yang akan menyumbangkan uang hasil gugatan terhadap Haris Azhar dan Fatia kepada masyarakat Papua sebesar Rp100 miliar.

Tokoh Papua itu menegaskan jika masyarakat Papua bukan orang miskin sehingga tidak memerlukan uang dari Luhut.

“Luhut Ngaco, kami bukan orang miskin, masyarakat Papua tidak butuh uang Luhut, kami tidak percaya namanya Luhut,” ujar Natalius Pigai, seperti dikutip Loncengnews.com pada Kamis, 23 September 2021.

Baca Juga:  Batasi Ruang Gerak Masyarakat, Pemerintah Akan Tandai Warna Hitam Warga yang Positif Covid-19 dan Kontak Erat

Natalius Pigai juga tidak akan mempercayai pernyataan Luhut karena dirinya sudah mengetahui sosok Menko Marves yang memiliki niat di Papua.

“Apalagi saya yang tahu siapa dia dan apa niatnya di Papua karena pernah presentasi oleh Luhut ke Saya di kantornya di Kuningan,” ujar Natalius Pigai.

Menurut Natalius Pigai, apabila tudingan dari Haris Azhar dan Fatia terbukti benar, maka dirinya tak segan untuk menyikat habis perkara bisnis pertambangan emas di Papua tersebut.

“Saya ingatkan mau Luhut ke atau mantan Jendral mana ke, Freeport, dan Blok Wabu itu, saya pemilik hak ulayat. Jadi kalau terjadi perubahan pemerintahan, maka semua proses yang tidak benar kita sikat habis,” tegas Natalius Pigai.

Baca Juga:  Pilih Merugi, Penjual Nasi Bebek Madura Phojur Enggan PHK Karyawan di Tengah PPKM

Sementara, gugatan Luhut terhadap Haris Azhar dan Fatia itu merupakan buntut dari unggahan video di Kanal Youtube Haris Azhar yang berjudul ‘Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!!’ yang dipublikasikan pada 20 Agustus 2021.

Adapun video tersebut membahas terkait diduga adanya keterlibatan para pejabat negara dalam pertambangan emas di wilayah Papua. (KY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *